dr air kt blajar ktenangn..
dr batu kt blajar ktegaran..
dr tanah kt bljr khidupan..
dr kupu-kupu kt bljr mrubah diri..
dr padi kt bljr rendah hati..
dr Allah kt bljr ttg Ksh Syng yg smpurna.Melihat ke atas: mmproleh smangt utk maju.
Mlihat ke bwh:brsyukur atas smua yg ada.Mlihat ke smping:semangt kbrsamaan.Mlihat ke blkg:
sbg pngalamn brharga.Mlihat ke dlm:utk introspeksi &
Mlihat ke dpn:utk mjd lbh baik."
Selengkapnya...
Kamis, 09 Juni 2011
Rabu, 06 April 2011
Sahabat..ketika kepasrahan jiwa
kita telah mencapai titik nadzir,
keyakinan akan pertolongan
Allah yang telah bulat, keyakinan
yang mantap bahwa bersama
kesulitan pasti ada kemudahan,
maka tersenyumlah,
lapangkanlah dada-dada kita.
Sesungguhnya senyuman akan
sangat bermanfaat bagi kita,
senyuman yang muncul karena
kepasrahan, ketundukan dan
keyakinan yang mantap akan
pertolongan dari Allah akan
membantu kita untuk menikmati
hidup ini.
Sungguh dahsyat nya efek dari
senyuman itu, senyum tanda
ketentraman jiwa, senyum tanda
optimisme, senyum tanda
kebahagiaan. Apa gunanya kita
bermuram durja, apa gunanya
kita cemberut, bermuka masam
sambil terus menerus menyesali,
meratapi ujian atau cobaan yang
menghampiri kita,, bukankah
dengan seperti itu akan malah
menguras tenaga kita, pikiran
kita, jiwa-jiwa kita menjadi galau,
pikiran kita menjadi kacau dan
cuma lelah, lelah dan lelah yang
kita dapat. Alangkah ruginya kita
ketika kita terlalu mendramatisir
kesulitan yang kita hadapi.
Kesulitan yang sebenarnya hanya
ringan menjadi berat dan
menghimpit karena kita terlalu
mendramatisirnya, energi kita
terkuras untuk mengangkat
beban yang sebenarnya ringan.
Alangkah indahnya ketika kita
mampu menghadapi segala
kesulitan dan cobaan itu dengan
tersenyum, karena jiwa –jiwa
seseorang yang murah senyum
akan memacu diri kita untuk
dapat menikmati kesulitan, akan
mampu mendorong otak kita
berpikir jernih untuk
menyelesaikan permasalahan.
Senyuman akan mampu menjaga
stock energy positif kita agar
tidak habis terkuras untuk
menghadapi permasalahan,
karena sesungguhnya ujian dan
cobaan itu adalah sebuah
keniscayaan. Sahabat..simpanlah
energy yang tersisa itu, hematlah
dia agar kita mampu bertahan
dalam menjalani perjalanan-
perjalanan hidup kita.
Sahabat, tersenyumlah karena
orang yang murah tersenyum
dalam menjalani hidup ini bukan
saja orang yang paling mampu
membahagiakan diri sendiri,
tetapi orang yang paling mampu
berbuat, orang yang sanggup
memikul tanggung jawab, orang
yang paling tangguh
menghadapi kesulitan dan
memecahkan persoalan, serta
orang yang paling dapat
menciptakan hal-hal yang
bermanfaat bagi dirinya sendiri
dan orang lain.
Sahabat tebarkanlah juga
senyummu untuk saudaramu,
karena senyummu kepada
saudaramu adalah sedekah.
Berikanlah sebuah senyum yang
penuh ketulusan, senyum yang
benar-benar timbul dari hati kita.
Seberat apapun permasalahan
yang kita hadapi, maka tetaplah
tersenyum, tetaplah tebarkan
senyummu karena senyummu itu
adalah obat dari kesedihanmu.
Sebagaimana perkataan abu
darda bahwa sesungguhnya aku
akan tertawa untuk
membahagiakan diriku.
Tertawalah dan tersenyumlah
dengan wajar, dengan ketulusan,
bukan tertawa dan tersenyum
tanda kesinisan. Tertawa dan
tersenyumlah sesuai kewajaran
dan jangan berlebihan karena
terlalu banyak tertawa juga akan
mematikan hati.
Sahabat …yakinlah bahwa
kemudahan itu pasti akan
datang, tersenyumlah karena itu
adalah tanda keceriaan, ujung
rasa suka cita serta kegembiraan.
Tersenyumlah, karena senyummu
adalah kekuatanmu, dan
tersenyumlah karena harapan itu
masih ada.
Wallahua ’lam bi showab
Selengkapnya...
Selasa, 08 Maret 2011
Salafi mesir, kini ingin Realistis
Mesir kemarin rupanya tidak
hanya merubah peta politik di
Mesir dan Timur Tengah, tapi
mulai menggoyahkan
pandangan kalangan salafi
dalam masalah sosial politik.
Dai salafi Mesir ternama, Ahmad
Hassan, meminta para syaikh
salafi meninjau ulang kembali
sejumlah pemikiran dan
pandangannya untuk masuk
dalam kancah politik dan
bepartisipasi dalam pemilihan
presiden dan anggota parleman
yang akan datang.– Revolusi
Hal tersebut disampaikan dalam
muktamar Salafi di Manshurah
yang sedianya ditujukan untuk
mempertahankan pasal 2 UU
Mesir agar tidak diamandemen,
berubah menjadi moment untuk
meninjau kembali sejumlah
pandangan baku di kalangan
salafi. Muktamar mereka kali ini
dari segi pengorganisasian dan
tampilan menyerupai Ikhwanul
muslimin.
Pada hari Jumat lalu, Hasan
berkata, “Saya memohon para
masyaikh (guru) kami untuk
meninjau ulang kembali
sejumlah pandangan yang telah
dimiliki sejak sekian tahun lalu,
seperti pencalonan anggota DPR
dan MPR, serta pencalonan
presiden. Saya memohon
kepada para masyaikh untuk
berkumpul merumuskan dasar-
dasar agar para pemuda kita
dapat keluar dari fitnah dan
simpang siur yang mereka
hadapi beberapa hari yang lalu.
Para pemuda kita dibuat
bingung, syaikh ini berkata
begini, sedangkan syaikh yang
itu berkata begitu. Pandangan
dan ijtihad yang banyak tersebut
membuat para pemuda kita
menjadi bingung. ” Demikian
ungkap Hasan seperti dikutip
oleh harian Al-Yaum As-Sabi.
Dia juga menambahkan, “Jika
sekarang kita tidak berkumpul
untuk merumuskan hakekat dan
prinsip-prinsip, saya tidak tahu,
kapan lagi kita akan dapat
berkumpul. ”
Hassan menekankan, “Wajib
bagi kita untuk saling tolong
menolong. Negeri ini sedang
dibangun dari awal lagi,
sementara kita selalu bersikap
pasif. Saya tidak katakan di tepi
jurang, tapi kita berada jauh di
belakang sejarah. Kita tidak
membuat sejarah. Fiqih dan
pemahaman macam apa seperti
ini? Sungguh berbeda antara
pemahaman realita dengan
pemahaman tentang
kewajiban.”
Hassan juga menekankan
bahwa seharusnya para ulama
menampilkan keberadaannya
saat krisis dan ujian terjadi di
tengah para pemuda kita di
Tahrir Square dan semua medan
yang ada, untuk mengendalikan
perasaan dan meluruskan emosi
mereka sesuai Kitabullah Ta ’ala.
Beliau tambahkan, “Saya mohon
para ulama kami dan masyaikh
kami, jika sekarang kita tidak
berkumpul, kapan lagi kita akan
berkumpul. Tidak mengapa saya
salah dan tidak mengapa saya
tergelincir, ini adalah masalah
ijtihad. Dan masalahnya akan
semakin buruk jika orang-orang
mulianya menjauh. Boleh jadi
orang yang memiliki ghirah
terhadap agamanya kemudian
terhadap bangsanya berupaya
namun keliru dalam ijtihadnya,
itu tidak mengapa, yang penting
kita anggap mereka tetap
saudara dan para ulama serta
para tokohnya tetap berkumpul.
Hendaknya kita buang fanatisme
jahiliah yang tercela terhadap
partai, jamaah, syaikh dan
pandangan serta fatwa pribadi.”
“Kita telah tinggalkan medan
tersebut diisi oleh mereka yang
tidak cakap berbicara atas nama
Allah dan Rasul-Nya, dan kita
tinggalkan medan untuk mereka
yang di antaranya ada yang
tidak dapat membaca satu pun
ayat dalam Kitabullah, atau kita
tinggalkan medan untuk
mengingatkan kumpulan
manusia dengan hadits-hadits
Rasulullah. ”
Kami tegaskan bahwa kami
tidak akan membiarkan seorang
pun mengusik UU pasal 2 . Tidak
layak kita selalu bersikap pasif.
Kini kita wajib bergerak untuk
berdakwah. Jangan sampai
sekarang pada masa
membangun, justeru kita
bermental merusak atau
merobohkan. Wajib bagi warga
Mesir yang terhormat untuk
tidak menjadi sebab
terhalangnya program
pembangunan. ”
Di lain pihak, DR. Hazim Syauman
berkata, “Kejadian di Alexandria
(pemboman gereja) terlaksana
dengan tujuan untuk
menimbulkan ketakutan di
kalangan salafi, dan langkah
berikutnya adalah mengikis
habis kalangan salafi dengan
berbagai cara. Revolusi ini butuh
disikapi dengan sujud syukur
kepada Allah. Jika anda ingin
merubah keadaan, hendaknya
anda bersikap realistis. ”
Selengkapnya...
Kamis, 20 Januari 2011
Trik Menghitung Cepat-Akar Kuadrat 5 danPerkalian Dua Digit Angka
Berikut adalah "Trik Menghitung
Cepat Bagian 2", yaitu
menghitung akar kuadrat 2 digit
angka dengan digit terakhir 5,
dan menghitung perkalian dua
digit angka yang jika digit
terakhirnya dijumlahkan
menghasilkan angka 10.
A. Menghitung akar kuadrat 2
digit angka dengan digit
terakhir 5
Misal : 75 x 75
Hasil
Dua digit pertama : Lakukan
dengan mengalikan digit
pertama dengan satu angka
setelah angka pada digit pertama
(7x8 = 56)
Dua digit berikutnya : Hasilnya
pasti 25
Jadi, 75x75 = 5625
B. Menghitung perkalian dua
digit angka yang jika digit
terakhirnya dijumlahkan
menghasilkan angka 10 dan
digit terdepannya sama.
Misal : 64x66 (6 + 4 = 10)
Dua digit pertama : Lakukan
dengan mengalikan digit
pertama dengan satu angka
setelah angka pada digit pertama
(6x7=42)
Dua digit berikutnya : Kalikan
masing-masing digit dengan
angka tersebut (4x6=24)
Jadi 64x66 = 4224
Untuk menguasai trik
menghitung cepat, hanya satu
hal yang harus dilakukan :
Banyak latihan. Keep doing
magic!
Selengkapnya...
Robot Operasi Bedah Iran SegeraDipamerkan
Deputi Riset dan Teknologi
Kementerian Kesehatan
Republik Islam Iran, Doktor
Mostafa Qaneii,
mengkonfirmasikan pameran
robot baru di bidang
kedokteran pada Pekan Fajar
Kemenangan Revolusi Islam.
Deputi Riset dan Teknologi
Kementerian Kesehatan
Republik Islam Iran, Doktor
Mostafa Qaneii,
mengkonfirmasikan pameran
robot baru di bidang
kedokteran pada Pekan Fajar
Kemenangan Revolusi Islam.
Mehr melaporkan, menurut
Qaneii, selain robot itu juga
akan diperkenalkan tiga obat
baru untuk penyakit
pernafasan, anti-kanker, dan
darah yang diteliti oleh para
ilmuwan Iran.
Ditambahkannya, "Menyusul
finalisasi produksi, maka
pengenalan obat-obat tersebut
akan dilakukan pada
peringatan Pekan Fajar
Kemenangan Revolusi Islam,
dan kami optimis obat-obatan
itu dapat diperkenalkan sesuai
jadwal."
Lebih lanjut Qaneii
menjelaskan, Kementerian
Kesehatan Iran akan
memperkenalkan robot
generasi baru yang akan
membantu para dokter dalam
operasi pembedahan.
Dikatakannya bahwa robot
tersebut sepenuhnya produksi
dalam negeri. [IRIB/MZ/SL,
IranIndonesaRadio]
Selengkapnya...
Selasa, 18 Januari 2011
Dakwah Kepada Allah; AntaraSebab dan Akibat
Risalah dari Prof. DR. Muhammad
Badi, Mursyid Am Ikhwanul
Muslimin, 02-12-2010
Penerjemah:
Abu ANaS
______
Segala puji bagi Allah, salawat
dan salam atas Rasulullah saw
beserta keluarga dan para
sahabatnya serta orang-orang
yang mengikuti mereka dengan
baik hingga hari pembalasan …
selanjutnya:
Tidak ada keraguan tentunya
bahwa dakwah kepada Allah
SWT dalam semua dimensinya
harus berjalan sesuai dengan
aturan utama yang bersumber
dari Al-Qur ’an dan sunnah
Rasulullah saw, dan Allah SWT
telah memberikan takhlif kepada
kita untuk menunaikan dakwah
ini,
sebagaimana telah
menyerahkan tanggung jawab
penting kepada kita, bahkan
secara tegas Allah SWT
menekankan bahwa semua
makhluk tidak diberikan beban
kecuali sesuai dengan
kesanggupan dan
kemampuannya, karena itu,
dakwah kepada Allah dalam
berbagai dimensi dan sarananya
adalah suatu kewajiban ,
sebagaimana yang difirmankan
Allah SWT:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ
بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ
الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan
Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara
yang baik”. (An-Nahl:125)
Sesuai dengan kemampuannya,
setiap individu muslim
berkewajiban menunaikan
dakwah ini; baik pria ataupun
wanita, tidak ada alasan untuk
menggugurkan perintah ini
walaupun memiliki udzur
(alasan). Allah SWT berfirman:
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلا
عَلَى الْمَرْضَى وَلا عَلَى
الَّذِينَ لا يَجِدُونَ مَا
يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا
لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى
الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ
وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Tiada dosa (lantaran tidak pergi
berjihad) atas orang-orang yang
lemah, orang-orang yang sakit
dan atas orang-orang yang tidak
memperoleh apa yang akan
mereka nafkahkan, apabila
mereka Berlaku ikhlas kepada
Allah dan Rasul-Nya. tidak ada
jalan sedikitpun untuk
menyalahkan orang-orang yang
berbuat baik. dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha
Penyayang”. (At-Taubah: 91)
Karena tugas ini merupakan
kepanjangan tangan dari tugas
yang dalam syariat Islam sejak
kita menyerahkan diri untuk
Allah SWT, Tuhan semesta alam.
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو
إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ
أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا
مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: “Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-
orang yang mengikutiku
mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujjah yang nyata, Maha
suci Allah, dan aku tiada
Termasuk orang-orang yang
musyrik”. (Yusuf:108)
Bahkan jinpun memahami akan
tugas ini, sejak dibacakan ayat
Al-Qur ’an, dan mereka langsung
menunaikan tugas ini..
فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا
أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ
وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ
مُنْذِرِينَ
“Maka tatkala mereka
menghadiri pembacaan (nya)
lalu mereka berkata: “Diamlah
kamu (untuk mendengarkannya)
” . ketika pembacaan telah selesai
mereka kembali kepada
kaumnya (untuk) memberi
peringatan”. (Al-Ahqaf:29)
Dan Nabi tercinta saw telah
menunaikan tugas ilahi ini
dalam segala situasi dan
kondisinya, memanfaatkan
semua kemungkinan yang
tersedia, dan bahkan pada saat
beliau di Mekah Al-Mukarramah,
saat bersama dengan umat
Islam menghadapi kezhaliman
dan penindasan sehingga beliau
bersabda:
من يؤويني حتى أبلغ دعوة ربي؟
“Siapa yang mau membela dan
melindungiku sehingga aku
mampu menyapaikan dakwah
Tuhanku?”
Dan belaiu masuk di bawah
perlindungan Al-Muth ’im bin Adi,
padahal dia adalah seorang
musyrik, namun dengan
memanfaatkan salah satu nilai-
nilai positif masyarakat jahili
yaitu menghormati tetangga,
beliau juga melakukan aliansi
dengan semua kekuatan yang
ada dalam masyarakat saat itu,
meskipun terdapat perbedaan-
perbedaan dalam meraih tujuan
mulia, yaitu menghilangkan
kezhalimnan dari semua yang
tertindas, siapa pun dia,
sehingga beliau masuk dalam
aliansi berkomitmen kepada
semua pihak dalam
berbagai kebajikan “hilful
fudhul” (aliansi kebajikan) di
rumah Abdullah bin Jad’an”.
Nabi saw juga memanfaatkan
persatuan Arab dari berbagai
kabilah di baitullah Al-Haram,
begitupula persatuan di pasar-
pasar, baik pasar loak, atau
pasar sastra dan puisi, hal ini
telah dipraktekkan oleh Nabi
Nuh as seperti yang disebutkan
dalam Al-Quran Al-Karim; beliau
menggunakan segala cara dan
sarana dakwah dalam berbagai
kondisinya meskipun harus
menghadapi berbagai
tekanan .. Allah SWT berfirman:
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ
قَوْمِي لَيْلا وَنَهَارًا
“Nuh berkata: “Ya Tuhanku
Sesungguhnya aku telah
menyeru kaumku malam dan
siang”. (Nuh:5)
ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ
جِهَارًا . ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ
لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ
إِسْرَارًا .
“Kemudian Sesungguhnya aku
telah menyeru mereka (kepada
iman) dengan cara terang-
terangan. Kemudian
Sesungguhnya aku (menyeru)
mereka (lagi) dengan terang-
terangan dan dengan diam-
diam”. (Nuh:8-9)
Dan para generasi Islam juga
telah menunaikan tugas Allah ini
dengan baik; mengemban
amanah risalah dan
menyampaikannya dari satu
generasi ke generasi lainnya,
sebagaimana yang telah
disampaikan kabar gembiranya
oleh Rasulullah saw:
يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله
ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال
المبطلين وتأويل الجاهلين
“Hendaknya yang membawa
ilmu ini orang yang berada
dibelakang memiliki sifat adil
sehingga mampu
menghilangkan berbagai
penyimpangan yang dilakukan
oleh orang yang melampaui
batas, rekayasa para pelaku
kebatilan dan ta’wil para jahili”.
Sebagaimana beliau juga
memberikan kabar gembira
kepada kita bahwa contoh
teladan ini akan tetap ada pada
generasi yang senantiasa
membawa dan mengemban
amanah dan risalah ini hingga
hari kiamat sekalipun harus
menghadapi berbagai rintangan
dan tekanan, sekalipun harus
menghadapi syaitan-syaitan dari
bangsa jin dan manusia dengan
berbagai rintangan dan kendala
yang dibawanya
لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على
الحق لا يضرهم من خالفهم ولا من
خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك
“Umatku akan senantiasa tampil
pada kebenaran, tidak takut
akan ancaman dari orang-orang
yang menentangnya dan celaan
mereka hingga datang
keputusan Allah dan mereka
tetap dalam kondisi demikian”.
Dua kalimat yang disebutkan
dalam hadits nabi saw
merupakan ungkapan singkat
namun padat bukan dua kata
yang bersinonim sama, namun
setiap kata dari dua kata
tersebut memiliki makna yang
kita butuhkan dalam menempuh
jalan dakwah ini, merupakan
ringkasan dari berbagai
problema yang senantiasa
dihadapi dalam amal jama ’i ini.
Kata pertama adalah orang-
orang yang menyimpang,
maknanya adalah tidak akan
berjalan mulus bersama mereka
para penyimpang sejak awal
dakwah yang mereka tempuh.
Kata kedua adalah orang-orang
yang mencela mereka,
maknanya adalah kata dalam
bentuk lain yaitu bahwa satu
kelompok orang yang berada
ditengah bagian dari dakwah,
namun akhirnya lepas dari
melanjutkan amal dakwah
bersama mereka baik dalam
kondisi menghadapi ujian yang
sangat keras atau kondisi fitnah
kesenangan.
Inilah yang terjadi dan dialami
oleh jamaah yang penuh berkah
ini, akan panjangnya perjalanan
dakwah dan usianya yang
panjang dan luas secara
geografis dan historis, persis
seperti yang disampaikan oleh
nabi saw.
Hasan Al-Banna rahimahullah
telah mereguk sumber yang
jernih ini, dan mengarahkan dan
menuntun para pengikutnya,
beliau adalah mursyid pertama
jamaah ini yang mengikuti
sunnah nabi saw dalam
mengerahkan potensi yang
dimiliki, disertai dengan
keikhlasan dan pengorbanan
serta ikatan yang kuat pada
setiap individu jamaah sehingga
mereka seperti bangunan yang
kokoh dan kuat, mampu
memberikan kemuliaan kepada
mereka yang berusaha
melindunginya.
Namun Allah SWT tidak
membebani kita dengan hasil;
karena hasil seringkali tidak
datang hasil dengan keinginan
kita setelah melakukan segala
upaya lalu mengakibatkan putus
asa dalam jiwa, tapi datang
hiburan dari teladan kita
Rasulullah saw ketika
menghadapi berbagai tekanan
dan bahkan serangan yang
puncaknya adalah ketika di Taif ,
meskipun dia pergi ke Taif
untuk menunaikan dakwah
kepada Allah dan mengharap
ridha-Nya dan dan tidak
mendapat respon sedikitpun
dari mereka, namun beliau tetap
berharap dari mereka yang
mendapat petunjuk
اللهم اهدِ قومي فإنهم لا يعلمون
“Ya Allah, berikanlah kepada
mereka hidayah karena mereka
tidak mengtahui”
وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ
إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي
إِلَى النَّارِ
“Hai kaumku, Bagaimanakah
kamu, aku menyeru kamu
kepada keselamatan, tetapi
kamu menyeru aku ke
neraka?” (Ghafir:41)
فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا
سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ إِنْ
أَجْرِيَ إِلا عَلَى اللَّهِ
وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
“Jika kamu berpaling (dari
peringatanku), aku tidak
meminta upah sedikitpun dari
padamu. Upahku tidak lain
hanyalah dari Allah belaka, dan
aku disuruh supaya aku
Termasuk golongan orang-
orang yang berserah diri
(kepada-Nya)”. (Yunus:72)
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ
لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ
فَإِنَّهُمْ لا يُكَذِّبُونَكَ
وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ
اللَّهِ يَجْحَدُونَ
“Sesungguhnya Kami
mengetahui bahwasanya apa
yang mereka katakan itu
menyedihkan hatimu, (janganlah
kamu bersedih hati), karena
mereka sebenarnya bukan
mendustakan kamu, akan tetapi
orang-orang yang zalim itu
mengingkari ayat-ayat Allah”. (Al-
An’am:33)
إِنْ عَلَيْكَ إِلا الْبَلاغُ
“Kewajibanmu tidak lain
hanyalah menyampaikan
(risalah)”. (As-Syura:48)
Dan kita bersaksi bahwa nabi
saw telah menyampaikan risalah
dan meunaikan amanah dengan
sebaik-baiknya atas apa yang
ditugaskan kepadanya, dan kami
memohon kepada Allah SWT
untuk memberinya ganjaran
terbaik kepada kami
sebagaimana yang diberikan
kepada nabi kepada umatnya,
Nabi telah menceritakan kepada
kita bahwa setiap nabi dari para
utusan Allah saw akan
dibangkitkan pada hari kiamat,
walau tidak ada seorangpun
yang merespon, seperti Nuh AS
sebagai nabi yang usianya
paling panjang dan salah satu
dari ulul azmi, tinggal bersama
kaumnya selama 950 tahun
namun tidak ada yang
merespon dakwah beliau kecuali
hanya sedikit saja.
Allah SWT memisahkan antara
sebab dan akibat seperti dalam
firman Allah:
فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا
وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ
“Maka berjalanlah di segala
penjurunya dan makanlah
sebahagian dari rezki-Nya”. (Al-
Mulk:15)
Rasulullah saw dan sahabatnya
membuat parit pada saat perang
ahzab dan tidak menyadari
adanya peperangan yang terjadi
disekitarnya, namun datang
hasilnya kepada beliau berupa
kemenangan dari Allah dalam
bentuk angin yang keras lagi
dingin, hal tersebut tidak masuk
dalam perkiraan mereka. Nabi
saw juga membuat strategi yang
begitu detail dan bagus pada
saat akan melakukan hijrah ke
Madinah, namun pada saat
orang-orang kafir sampai ke
Gua Tsur tempat nabi dan
sahabatnya bersembunyi Allah
memberikan pertolongan di luar
konsep dan strategi yang dibuat
oleh nabi saw dengan
memalingkan pandangan mata
orang-orang kafir.
Dan saudara-saudara kita para
mujahidin di Palestina dan
lainnya yang sedang
menghadapi berbagai kesulitan
dan cobaan untuk
menghadirkan pertolongan Allah
dan kemenangan dari arah yang
tidak mereka duga setelah
menyempurnakan dan
menunaikan sebab-sebabnya,
contohnya sangatlah banyak,
namun secara singkat yang kita
berharap kepada Allah dapat
memberikan manfaat dalam
agama dan dunia kita dalam
topik seperti ini, yaitu:
1 – Ketulusan dari niat untuk
Allah semata, karena dengannya
kita mendapat ganjaran, taufik
dan pertolongan serta
kemenangan.
2 – Ketika tercapai apa yang kita
inginkan, maka kita memuji Allah
SWT atas karunia dan taufik
yang telah diberikan kepada
kita.
3 – Jika tidak tercapai apa yang
kita harapkan, kita harus yakin
bahwa ganjaran telah
ditetapkan untuk kita, dan
memohon semoga Allah SWT
mentaqdirkan kita kebaikan;
dimanapun dan bagaimanapun,
kemudian Allah meridhai kita.
4 – Senantiasa melakukan tugas
dalam hal apapun setelah
memastikan keamanan
mengambil sebab-sebabnya, dan
mengerahkan seluruh potensi
yang menegaskan bahwa segala
perbuatan hanya karena Allah,
karena selama amal untuk Allah
maka akan kekal dan sampai
kepada-Nya.
5 – Kita masih ingat sikap Hajar
yang melakukan berbagai sebab
dengan lari tujuah kali, yang
mana pada setiap larian tidak
mendapatkan hasil yang
diinginkan, namun beliau tidak
putus asa dan terus berlari
sehigga terwujud seperti yang
diinginkan oleh Allah untuknya
dari berbagai kebaikan dan
anugerah.
6 – Kita masih ingat wasiat
Rasulullah saw untuk kita bahwa
beliau bersabda
إذا قامت القيامة وفى يد أحدكم
فسيلة فليغرسها
“Jika terjadi kiamat dan di
tangan salah seorang dari kamu
ada benih yang bisa ditanam
maka tanamlah,”
Ini adalah akhir dari dunia dan
bahkan benih berarti
penanaman pohon kurma yang
tidak berbuah kecuali setelah
bertahun-tahun lamanya, dan
tidak ada hasil yang diharapkan
kecuali kelanjutan dari berbuat
positif dan menunaikan tugas
dan menggapai ganjaran yang
telah dijanjikan.
Wahai umat Islam dimana saja
kalian berada …
Wahai para generasi dakwah
dari ikhwan dan akhwat …
Allah telah menganugerahkan
kepada kita semua untuk
senantiasa ikhlas, senantiasa
beramal, senantiasa berharap
dan senantiasa memohon
pengkabulan, karena itu teruslah
kalian bergerak dan beramal di
jalan dakwah, semoga Allah
memberkahi kalian … semoga
Allah memberikan taufik kepada
kalian dan tidak menyia-nyiakan
amal ibadah kalian, dan semoga
Allah SWT memberikan ganjaran
yang terbaik dari apa yang telah
kalian lakukan …
Allah Akbar dan segala puji
hanya milik Allah
Wassalamu’alaikum
warahmatullah wabarakatuh
Selengkapnya...
Gempa 7.2 SR Guncang
Pakistan
Hery Winarno : detikNews
detikcom - Pakistan, Gempa
bumi berkekuatan 7.2 SR
menghantam barat daya
Pakistan pada hari Rabu
(18/1/2011). Pusat gempa
berada di sekitar 50 kilometer
(30 mil) barat kota Dalbandin,
Pakistan dekat perbatasan
Afghanistan.
Seperti dikutif dari situs AFP,
Rabu (19/1/2011) gempa
tersebut terjadi pada pukul Rabu
pukul 01:23 waktu setempat
atau Selasa, pukul 20.23 WIB.
Namun belum ada laporan
adanya korban dalam gempa
tersebut.
Tayangan televisi setempat
menunjukkan kepanikan orang-
orang akibat guncangan yang
sangat kuat tersebut. Orang-
orang bergegas keluar dari
rumah mereka dan menuju ke
jalan-jalan dalam kondisi yang
sangat ketakutan sambil
membaca ayat-ayat suci Quran.
"Gempa terjadi sekitar pukul
01:23 dan itu dirasakan di
provinsi Baluchistan, Sindh dan
Punjab," ujar kepala ahli
meteorologi Mohammad Riaz.
Gempa tersebut diramalkan akan
diserati gempa susulan dalam
satu minggu ke depan. "Mungkin
ada gempa susulan selama
minggu depan, ada jalur patahan
aktif di Baluchistan." tambah
Riaz.
Meski belum menerima laporan
adanya korban akibat gempa
tersebut, tim SAR setempat
mengatakan bahwa mereka
waspada setelah gempa. Namun
sejauh ini tidak menerima
panggilan darurat.
Selengkapnya...

